BLOG INI MASIH DALAM PENGEMBANGAN

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 09 Februari 2013

Janji Wasit

Kami Wasit dan Juri FORKI berjanji:

1. Akan memimpin pertandingan ini dengan penuh rasa tanggung jawab dengan menjunjung tinggi Sumpah Karate

2. Akan memimpin pertandingan ini dengan adil dan tidak akan memihak kepada siapapun demi peningkatan prestasi Karate.

 


Sumber: inkanas.org

Janji Atlet

Kami atlet FORKI berjanji:

1. Akan bertanding dengan sportivitas yang tinggi dan berjiwa Karate-Do dengan menjunjung sumpah Karate

2. Akan mematuhi segala peraturan yang telah dan akan ditetapkan oleh Dewan Wasit

3. Akan menerima semua keputusan Dewan Wasit dengan kebesaran jiwa seorang Karate-Ka

 

Sumber: inkanas.org

SUMPAH KARATE

SUMPAH KARATE

1. Sanggup memelihara kepribadian
2. Sanggup patuh pada kejujuran
3. Sanggup mempertinggi presati
4. Sanggup menjaga sopan santun
5. Sanggup menguasai diri

 Sumber: inkanas.org

Karate di Indonesia

Karate masuk di Indonesia bukan dibawa oleh Tentara Jepang, melainkan oleh Mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kembali ke tanah air, setelah mereka menyelesaikan pendidikannya di Jepang. Tahun 1963 beberapa mahasiswa Indonesia antara lain; Baud Adikusumo, Muchtar dan Karyanto mendirikan Dojo di Jakarta. Mereka inilah yang mula-mula memperkenalkan Karate (aliran Shotokan) di Indonesia, dan kemudian mereka membentuk wadah yang mereka namakan PORKI. Beberapa tahun kemudian berdatangan eks Mahasiswa Indonesia dari Jepang seperti; Setyo Haryono (Pendiri Gojukai), Anton Lesiangi, Sabeth Muchsin dan Chairul Taman yang turut mengembangkan Karate di tanah air.

Disamping eks Mahasiswa-mahasiswa tersebut diatas orang-orang Jepang yang datang ke Indonesiadalam rangka usaha telah pula ikut memberikan warna bagi perkembangan Karate di Indonesia, mereka-mereka ini antara lain Matsusaki (Kushin-Ryu 1966), Ishi (Goju-Ryu 1969), Hayashi (Shitoryu 1971) dan Oyama (Kyokushinkai 1967).

Karate ternyata memperoleh banyak penggemar, yang implementasinya terlihat muncul dari berbagai macam organisasi (pengurus) Karate, dengan berbagai aliran seperti yang dianut oleh masing-masing pendiri perguruan. Banyaknya perguruan Karate dengan berbagai aliran menyebabkan terjadinya ketidak cocokan diantara para tokoh tersebut,sehingga menimbulkan perpecahan di dalam tubuh PORKI. Namun akhirnya dengan adanya kesepakatan dari para tokoh-tokoh Karate untuk kembali bersatu dalam upaya mengembangkan Karate di tanah air, sehingga pada tahun 1972 terbentuklah satu wadah organisasi Karate yang diberi nama FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia). Walaupun dalam perjalanannya harus menghadapi berbagai rintangan dan hambatan.

Adapun mereka yang pernah menduduki jabatan sebagai Ketua Umum FORKI sejak tahun 1972 sampai dengan saat ini adalah:

1. Widjojo Sujono (1972-1977)
2. Sumadi (1977-1980)
3. Subhan Djajaatmaja (1980-1984)
4. Rudini (1984-1997)
5. Wiranto (1997-2001)
6. Luhut B. Pandjaitan (2001-sekarang) 


Sumber: inkanas.org

Sejarah Karate

Ilmu beladiri sebenarnya sudah dikenal semenjak manusia ada, hal ini dapat dilihat dari peninggalan purbakala antara lain; kapak-kapak batu, lukisan-lukisan binatang yang dibunuh dengan senjata seperti tombak dan panah.

Bela diri pada waktu itu hanya bersifat mempertahankan diri dari gangguan binatang buas dan alam sekitarnya. Namun sejak pertambahan penduduk dunia semakin meningkat, maka gangguan yang datang dari manusia mulai timbul sehingga keinginan orang untuk menekuni ilmu beladiri semakin meningkat.

Tersebutlah pada 4000 tahun yang lalu, setelah Sidharta Gautama pendiri Budha wafat, maka para pengikutnya mendapat amanat agar mengembangka agama Budha keseluruh dunia. Namun karena sulitnya medan yang dilalui, maka para pendeta diberikan bekal ilmu beladiri. Misi yang kearah barat ternyata mengembangkan ilmu "Pangkration" atau "Wrestling" di Yunani. Misi keagamaan yang berangkat kearah selatan mengembangkan semacam pencak silat yang kita kenal sekarang ini, salah satu misi yang ke Utara menjelajahi Cina menghasilkan Kungfu (belakangan di abad XII, Kungfu dibawa oleh pedagang Cina dan Kubilaikhan ke Negara Majapahit di Jawa Timur).

Dari Cina rombongan yang ke Korea menghasilkan beladiri yang kemudian kita kenal dengan Taekwondo. Dari Korea ternyata rombongan tidak dapat meneruskan perjalanan ke Jepang, tetapi berhenti hanya sampai Kepulauan Okinawa. Tidak berhasilnya masuknya rombongan ke Jepang, karena di Jepang saat itu sudah mengembangkan ilmu beladiri Jujitsu, Yudo, Kendo dan Ilmu Pedang (Kenjutsu). Namun sejarah mencatat bahwa pada tahun 1600an, Kerajaan Jepang telah menguasai Okinawa. Kerajaan Jepang telah memerintah Okinawa dengan tangan besi, penduduk dilarang memiliki senjata tajam, bahkan orang tua dilarang memakai tongkat, diam-diam bangsa yang terjajah ini mempelajari ilmu beladiri dengan tangan kosong yang waktu itu dikenal dengan nama TOTE. Dari satu teknik ke teknik lainnya, ilmu beladiri diperdalam dan para pendeta ikut mendorong berkembangnya ilmu beladiri TOTE ini.

Gitchin Funakoshi


Kemudian pada tahun 1921 seorang penduduk Okinawa bernama Funakoshi Gitchin memperkenalkan ilmu beladiri TOTE ini di Jepang dan namanya berubah menjadi KARATE, sesuai dengan aksen Jepang dalam cara membaca huruf Kanji, sejak saat itu Karate berkembang dengan pesat di Jepang.
(sumber: Booklet Piala Mendagri XIII & Mendiknas II Tahun 2009)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber: inkanas.org

Janji Sapta Prasetya

1. SAYA BERJANJI, BAHWA SAYA AKAN TUNDUK DAN PATUH TERHADAP SEMUA PERINTAH-PERINTAH, LARANGAN-LARANGAN SERTA BIMBINGAN GURU.

2. SAYA BERJANJI AKAN MENJAUHKAN PERKELAHIAN DAN TIDAK AKAN MEMPERGUNAKAN ILMU OLAH RAGA KARATE INI, KECUALI UNTUK MEMBELA ATAU MEMBELA DIRT ()RANG LAIN YANG TERANCAM JIWANYA ATAU KESELAMATANNYA DAN KALAU SUDAH TIDAK ADA JALAN LAIN.

3 . SAYA BERJANJI TIDAK AKAN MELAKUKAN PERBUATAN-PERBUATAN YANG TIDAK SENONOH, MISALNYA : MENJADI TUKANG PUKUL SESEORANG (PELINDUNG) APABILA SAYA TAHU BAHWA YANG MEYURUH ITU ADA DI PIHAK YANG SALAH.
-SENGAJA BERKELAKUAN SECARA SOMBONG DAN MENONJOLKAN DIRI KEPADA ORANG LUAR MENGENAI ILMU OLAH RAGA KARATE SAYA.
-MENCARI GARA-GARA DENGAN ORANG LAIN, SEHINGGA MENGAKIBATKAN SUATU PERKELAHIAN.

4. SAYA BERJANJI DALAM MELAKUKAN LATIHAN-LATIHAN ATAU PERTANDINGAN-PERTANDINGAN AKAN MELAKUKAN SECARA SPORTIF, SEBAGAI OLAH-RAGAWAN YANG BAIK DAN AKAN MEMPERTINGGI NILAI OLAH RAGA KARATE INI.

5. SAYA BERJANJI AKAN TOLONG-MENOLONG, SEIA SEKATA DENGAN SEMUA KARATEKA DI INDONESIA KHUSUSNYA, DI SELURUH DUNIA UMUMNYA, DENGAN RASA SALING HARGA-MENGHARGAI DAN HORMAT-MENGHORMATI.

6. SAYA BERJANJI AKAN MEMENUHI SEMUA PERATURAN-PERATURAN YANG DIBUAT OLEH SEKOLAH / PERKUMPULAN OLAH RAGA KARATE SAYA.

7. SAYA BERJANJI AKAN MENJAGA NAMA BAIK SAYA SEBAGAI KARATEKA KHUSUSNYA DAN SEKOLAH / PERKUMPULAN UMUMNYA DALAM SEGALA TINDAK-TANDUK SAYA. APABILA SAYA MELANGGAR JANJI YANG TUJUH PASAL INI (SAPTA PRASETYA), MAKA SAYA BERSEDIA DIKELUARKAN DARI KEANGGOTAAN OLAH RAGA KARATE


Sumber: inkanas.org
 

Lagu Mars INKANAS

MARS INKANAS

Ciptaan : Sartono, SE


BERSAMA INKANAS KITA MAJU

WAHAI PEMUDA PEMUDI BANGSAKU
MARILAH KITA BERSATU PADU
KITA SINGSINGKAN LENGAN BAJU
UNTUK BANGSA DAN NEGARAMU

PELIHARA KEPRIBADIANMU
PATUH DAN JUJUR SELALU
TINGKATKANLAH PRESTASIMU
BERSAMA INKANAS KITA MAJU

JANGAN SOMBONG TINGGI HATI
GUNAKANLAH ILMU PADI
SANTUN DAN KUASAILAH DIRI
BERSAMA INKANAS KITA MAJU

JANGAN TAKUT JANGAN GENTAR
UNTUK MEMBELA YANG BENAR

MARI BERGANDENG TANGAN
UNTUK MERAIH CITA
BERSAMA INKANAS KITA MAJU

MARI BERGANDENG TANGAN
UNTUK MERAIH CITA
BERSAMA INKANAS KITA MAJU

(musik kembali ke awal)

BERSAMA INKANAS KITA MAJU



Download Lagu Mars Inkanas KLIK DISINI

Makna & Arti Logo Inkanas



BULAT GARIS TEBAL BERWARNA HITAM :
Simbol persatuan dan kesatuan dengan tekad yang bulat dan teguh disertai sikap yang tegas untuk mampu menghadapi segala tantangan.

HURUF INSTITUT KARATE-DO NASIONAL BERWARNA PUTIH :
Simbol identitas organisasi dalam bentuk nama lengkap

HURUF INKANAS BERWARNA PUTIH :
Simbol Identitas organisasi dalam bentuk singkatan

BULAT KECIL DI DALAM BERWARNA HITAM :
Simbol Sumpah Karate dan sikap Bushido yang mendasari dan mejiwai karateka

GAMBAR LAMBANG SHOTOKAN BERWARNA PUTIH :
Simbol afiliasi aliran karate Shotokan

Logo merupakan hasil Keputusan Kongres MKC-IND I 28 Agustus 2008 di Bandung atas usul Ir. Andrian Tejakusuma

Sejarah Institut Karate Nasional (Inkanas)


Sejarah Berdirinya Perguruan Inkanas

Perguruan INKANAS didirikan oleh para pentolan pendiri Lemkari yang sudah menyatakan keluar dari Lemkari, setelah mendapat Izin tertulis dari Ketua Umum PB. Lemkari Drs. Taufik Efendi yaitu Jenderal (Purn)
Wijoyo Suyono, Drs. Kariyanto, Irjen Pol (Purn) DR. Hadiman, Vence Rumangkang, Irjen Pol Drs. Darwan Siregar, Rahimi Sutan dan beberapa senior ex-Lemkari :
Herman Muchtar, Drs Djafar Djantang, Msi, Drs. Arjuna Muluk, Ellong Tjandra, SE, MM , Johanes Souisa, Tono Soe’oed, SH, Noor Soleh, Baginda Sitorus, Ir. Apris Hamid, Dasril Muchtar, Ir. Bagoes Ellan, Dr. Ir. Jaya Murni, Hakim Mulyono, BCAP, Rene Soepardi dan tokoh senior seluruh Indonesia bersama PB. MKC-IND yaitu Ir Simpei Garang M.Eng, Ruslan Wahab, Deofavan, SH, Yasirli dll, melalui kongres MKC-IND yang berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2005 di Graha Kadin Kota Bandung, yang berjalan sangat mulus dan lancar, dihadiri oleh 26 Pengda seluruh Indonesia yang merupakan tokoh ex Lemkari di Daerah, dan 6 (enam) Pengda tidak hadir tapi menyatakan dukungannya secara tertulis , selesai Kongres mereka diberi mandat untuk mendirikan Inkanas didaerah dan mensosialisasikan dalam arti luas kepada seluruh masyarakat

Kongres dipimpin oleh Herman Muchtar, dan menghasilkan beberapa keputusan Penting diantaranya, penetapan Logo perguruan yang baru, menetapkan Dewan Guru, terdiri dari Ketua Ir. Simpei Garang M.Eng, Ketua Pelaksana Harian Elong Tjandra SE, , Wakil Ketua Pelaksana Harian Ruslan Wahab dan Ir Bagus Ellan, Sekretaris Drs. Djafar E Jantang,Msi , Kongres juga menetapkan Team Formatur terdiri dari Ketua Herman Muchtar, Sekretaris Deofavan, SH, Anggota Ruslan Wahab, Tono Soe’oed SH, Drs. Djafar Djantang, Team Formatur diberi waktu 1 (satu) bulan untuk menyusun pengurus Lengkap PB. INKANAS 2005-2008, apabila dalam masa belum terbentuk Kepengurusan PB. INKANAS, maka Formatur bertanggungjawab melaksanakan kegiatan Harian.

Dengan berdirinya Inkanas secara otomatis menjadi anggota PB. FORKI, karena mekanisme pembentukan Inkanas dilaksanakan sesuai ketentuan AD/ART Forki Bab V pasal 9 dan disaksikan oleh Ketua Umum PB. Forki Jenderal (Purn) Luhut B Pandjaitan, begitu juga dengan pelaksanaan kegiatan dilapangan bagi atlit, pelatih, wasit sudah dapat membawa nama INKANAS diarena/event Daerah dan Nasional karena sudah mendapat Izin Pindah Perguruan secara kolektif dari Ketua Umum PB. Lemkari Bapak Drs. Taufik Efendi melalui surat Rekomendasi Nomor : 05/PB-LEM/KETUM/VIII/2005.

Bandung, 29 Agustus 2005
PENGURUS BESAR
INSITUT KARATE-DO NASIONAL ( INKANAS)
KETUA TEAM FORMATUR



HERMAN MUCHTAR

Jenis Aliran Dalam Karate


Ada empat aliran besar karate yang paling terkenal, yaitu terdiri dari :
1.    Goju-Ryu
2.    Shito-Ryu
3.    Shotokan
4.    Wado-Ryu
Di bawah ini daftar aliran karate secara lengkap menurut Cyber Dojo :
1.   Budokai
2.   Butokukan
3.   Chito-Ryu
4.   Cuong Nhu Karate
5.   Doshinkan
6.   Dotokushin Kai
7.   Genwakai
8.   Gohaku-Kai
9.   Goju-Ryu (Goju-Kai)
10. Goju-Ryu (Kanzen)
11. Goju-Ryu (Okinawan)
12. Goju-Ryu (Meibukan)
13. Goju-Ryu (Unspecified)
14. Goju-Ryu (Yamaguchi)
15. Gosoku-Ryu
16. Go Kan Ryu
17. In/Yo Ryu
18. Isshinryu
19. Isshin Shorinji Ryu
20. Jukido Jujitsu
21. Kenseido
22. Kobudo
23. Koei-Kan
24. Kokondo
25. Kosho-Ryu Kenpo
26. KoSutemi Seikan
27. Koyamakan
28. Kyokushin
29. Kyokushinkai
30. Kyu Shin Ryu
31. Niharate
32. Motobu-Ryu
33. Mugen-Ryu
34. Mushindo Kempo
35. Okinawan Kempo
36. Okinawa-Te
37. Oyama Karate
38. Ryokukai
39. Ryuken
40. Ryukyu Kempo
41. Sankukai-Kenshikan
42. Sanzyu-Ryu
43. Seibukan
44. Seido
45. Seidokan     Seikido
45. Seikukan
46. Seishin-Ryu
47. Shindo Jinen-Ryu
48. Shinjimasu
49. Shinko-Ryu
50. Shito-Ryu (Itosu-Kai)
51. Shito-Ryu (Tanpa Spesifikasi)
52. Shito-Ryu (Seishinkai)
53. Shito-Ryu (Kofukan)
54. Shito-Ryu (Kuniba Ha)
55. Shito-Ryu (Motobu-Ha)
56. Shokenkai Kempo
57. Shorin-Ryu
58. Shorin-Ryu Kenshin Kan
59. Shorin-Ryu (Kobayashi)
60. Shorin-Ryu (Matsumura)
61. Shorin-Ryu (Matsubayashi)
62. Shorin-Ryu (Sukunaihayashi)
63. Shorin-Ryu (Shobayashi)
64. Shorin-Ryu (Shorin-Kan)
65. Shorinji Kempo
66. Shorinji-Ryu
67. Shorinji-Ryu (Sakugawa Koshiki)
68. Shoshin-Ryu
69. Shotokai
70. Shotokan
71. Shoto-Ryu
72. Shudokai
73. Shudokan
74. Shutokan
75. Shuri-ryu
76. Shuri-Te
77. Taiho-ryu
78. Uechi-Ryu
79. Wado-Kai
80. Wado-Ryu
81. Washinkai
82. Washin-Ryu
83. Yoseikan
84. Yoshukai
85. Yuishinkai
86. Yuishinka 

Teknik Dasar Mempelajari Karate

(KIHON)
Dasar dasar untuk mempelajari teknik karate untuk pemula di bagi menjadi beberapa teknik, seseorang yang ingin mempelajari teknik katrate wajib menguasai teknik dasar dalam mempelajari karate. Teknik ini terbagi menjadi

1. Teknik Berdiri (Kuda-Kuda)

Pada teknik ini bagi seorang karate-ka adalah bagian yang sangat penting. Kuda kuda merupakan awal dari semua gerakan yang akan di pelajari dari teknik ilmu beladiri karate ini. Didalam latihan ini harusalah dilakukan dengan baik agar dalam setiap gerakan yang di lakukan tidak kaku, dan gerakan yang dihasilkan dari kuda-kuda yang baik lebih
sempurna.

Dalam kondisi yang rilek tetapi dalam keadaan siaga agar seorang karate dapat menghadapi situasi yang yang terjadi dalam keadaan bagaimanapun. Namun pada saat melakukan tangkisan dan serangan agar dapat mengkondisikan tubuh dengan sempurna agar keadaan tubuh tetap seimbang, apa bila terjadi kesalahan dalam penempatan kuda-kuda maka akan terjadi ketidak seimbangan tubuh.

Di dalam karate ada beberapa teknik kuda-kuda di antaranya adalah :

a) Kuda – kuda berdiri normal ( Heisoku-Dachi )
Ialah kuda-kuda berdiri di tempat, di mana keua kaki rapat, serta ibu jari juga rapat serta menghadap kedepan,

b) Berdiri Dengan kaki terbuka ( Hachiji-dachi )
Posisi kuda-kuda ini di lakukan pada saat seorang karateka melakukan sikap siap- dan merupakan awal gerakan untuk memulai gerakan selanjutnya.

c) Berdiri Tunggang Kuda (kiba-dachi)
Adalah teknik kuda-kuda yang titik berat pada tengah-tengah dan pada saat melakukan kuda-kuda ini, tubuh di topang oleh kedua kaki, dan pada saat melakukan kuda-kuda ini posisi tubuh tetap tegah dan kedua telapak kaki menghadap kedepan. Adapun lebar bukaan kaki adalah dua kali bahu

d) Kuda-kuda dengan tekuk di depan. ( zen- Kutsu-dachi )
Kuda-kuda ini di lakukan dengan kaki depan di tekuk dan sejajar dengan lutut, sedangkan kaki belakang tetap lurus. Ibu jari agak sedikit masuk kedalam dan tapak kaki menapak dengan rata di lantai, adapun titik berat dapat pada kuda-kuda ini adalah 60 % untuk kaki depan dan 40% untuk kaki belakang.

e) Kuda-kuda tekuk kaki belakang ( Kokutsu-Dachi)
Kuda-kuda ini kaki belakang yang di tekuk dan posisi lutut dan ibu jari sejajar, dan kaki depan agak lurus dan sedikit di tekuk pada lutut posisi tubuh tetap dalam keadaan tegak. . Dan apa bila tapak kaki di tarik lirus tampak sejajar dan apabila kedua kaki di rapatkan seolah-olah membentuk huruf L

f) Kuda-kuda dengan kedua kaki ditekuk ( Neiko-ashi-dachi )
Kuda kuda ini dapat di lakukan dengan kedua kaki di tekuk dan pada kaki depan telapak kaki di jinjitkan, sedangkan kaki belakang tetap menempel pada lantai. Titik berat pada kuda kuda ini terletak pada kaki belakang sebagai tumpuan. Posisi tubuh tetap dalam keadaan tegak.

2. Teknik Pukulan (ZUKI)

Pukulan dengan posisi berdiri (Choku Zuki)Tahap awal dalam latihan memukul dalam latihan karate, pukulan ini merupakan dasar dari teknik pukulan dalam latihan karate. Posisi tangan memukul kedepan dengan tangan salah satu berada pada pinggang ( sabuk ), pa da saat memukul luncuran taangan dari pinggang dan arah pukulan ke depan pada saat meluncurkan pukulan posisi awal tangan menggenggam dan menghadap ke atas dan sewaktu meluncurkan tangan pelahan-lahan memutar tangan dan menjadi pukulan yang sempurna.